gue bukan loh, bukan orang yang akan pertama kali bergerak saat merasa ada yang salah,
bukan juga orang yang bakan mikir 1000x sebelum memutuskan apakah ini langkah yang baik atau langkah yang benar.
gue juga bukan orang yang punya sesuatu yang dapat dilihat lebih di mata orang.
Apalagi orang yang bisa memukau orang lain lewat kata-katanya, jalan berpikirnya. gue bukan banget orang kaya gitu.
gue cuma remaja lainnya, yang menjadi parasit untuk orang lain yang lebih dari gue.
gue cuma remaja lainnya, yang baru tau kalo dua baris ini ditulis dengan metode paralelisme.
gue cuma remaja lainnya, yang masih mencari jati diri dan belom yakin sepenuhnya sama apa adanya diri gue sendiri, dan ini adalah baris ketiga dengan metode penulisan paralelisme.
pengecut, aneh, sensitif, berpikir pendek, susah liat orang yang dibenci seneng, seneng liat orang yang dibenci susah, suka pamer, dll. nya, sama seperti remaja lainnya, gue sama aja kaya yang lainnya.
tapi gue hidup, dan eksistensi gue ada, lambat laun gue berharap gue akan bisa berubah, menyaingi mereka yang sekarang gue anggap hebat, dan gue berharap, eksistensi gue, keberadaan gue, enggak cuma disadari oleh gue sendiri dan keluarga gue, gue akan berubah. gue harus berubah.
tapi gue gak tau harus berubah jadi apa. sekarang ini, apa yang benar menjadi salah, apa yang salah menjadi benar.
i prefer to talk with line and dots


